<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=20685464&amp;blogName=Cerita+dari+aCha&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://ceritaacha.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://ceritaacha.blogspot.com/&amp;vt=-8556151386831731577" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

flickr

Preman dan Pembuat Tato

Saturday, July 08, 2006


Suatu ketika ada seorang preman yang ingin dibuatkan tato. Badannya tinggi besar, tampangnya pun seram.Preman tersebut datang ke tukang pembuat tato terbaik dikota dan ia meminta untuk dibuatkan tato besar yang bergambar singa di punggungnya. Sang pembuat tato segera menyiapkan peralatan untuk membuat tato singa untuk sang preman. Jarum untuk membuat tato, cat warna khusus kini sudah siap, sang pembuat tato mulai membuat gambar singa yang gagah di punggung sang preman, dan ia memulainya dari bagian ekor.

"Aduh sakit...apa yang kau lakukan. Kamu mau membunuhku ya?", sang preman merintih kesakitan. Ketika sang pembuat tato mulai "melukis" di atas punggung preman dengan menggunakan pulpen jarumnya. "Gimana sih...katanya mau buat tato. Tahan sedikit lah...aku sedang membuat ekor dari gambar singa yang engkau pinta", jawab sang pembuat tato. "Ya sudah, gambar singanya tidak usah pakai ekor. Aku tak tahan sakitnya bila engkau teruskan membuat ekor.", pinta preman kepada pembuat tato. Pembuat tato memenuhi permintaan preman. Sekarang ia akan memulai gambar singa itu dari bagian kaki.

Ketika puplen jarum pembuat tato mulai mengenai punggung preman..."Aduh...apa lagi ini!!! Kamu kurang ajar ya!!!", preman mengumpat karena sakit terkena jarum. "Aku kan akan membuat kaki singa di punggungmu, tahan sedikit...hanya sebentar kok sakitnya...", jawab sang pembuat tato. Sudah-sudah singanya tanpa kaki saja. Bisa mati aku karena ditusuk sama pulpen sialan itu", preman mengumpat lagi.

Pembuat tato bingung apa jadinya singa tanpa ekor dan tanpa kaki. Dan
apabila ia akan melukis bagian tubuh yang lain dari singa pasti preman
akan kembali protes.

***


Sahabatku...kita terkadang seperti sang preman yang punya impian untuk "membuat tato" yang akan membuat kita makin keren tapi kita tidak mau sedikitpun merasa sakit. Ketahuilah sahabat, "tak ada makan malam gratis" begitu kata pepatah. Semua hal perlu pengorbanan dan kerja keras. Mudah-mudahan kisah ini semakin mengingatkan kita tentang pentingnya pengorbanan dan kerja keras. Semoga Allah swt meneguhkan kaki kita untuk senantiasa istiqomah di jalan-Nya dan istiqomah dalam mengejar cita-cita kita.
Amien...

..::dari Tabloid MQ bulan Desember 2005 klo ngga salah::..

Bookmark this post to del.icio.us Digg this post! Bookmark this post to Yahoo! My Web Bookmark this post to Furl
  1. Blogger haikal | 10:07 AM |  

    setahu saya kalimatnya "there is no free lunch".
    makan siang, bukan makan malam..
    Btw... nama kakak saya juga acha :)
    kirain blognya akhwat.. he he he

Leave your response