<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=20685464&amp;blogName=Cerita+dari+aCha&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://ceritaacha.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://ceritaacha.blogspot.com/&amp;vt=-8556151386831731577" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

flickr

Kesalahan Aladin

Friday, July 07, 2006

Pernah dengar kisah Aladin dan Lampu wasiat? PAstinya pernah ya. Kali ini ceritanya tentang kesalahan Aladin dalam mengajukan permintaan. Seperti yang telah diketahui, Aladin adalah seorang miskin yang menemukan sebuah lampu ajaib. Dengan lampu ajaib itu Aladin dapat mengajukan tiga permintaan, yang akan dikabulkan oleh Jin penunggu lampu tersebut.

Suatu ketika, Aladin tiba-tiba ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Mengapa? Masalahnya sepele, Aladin jatuh hati pada putri raja. Yasmin namanya. Seorang putri yang tidak boleh dicintai oleh orang miskin seperti Aladin.

Aladin bingung. Ia ingin segera keluar penjara, tetapi apa daya ia tak kuasa untuk kabur begitu saja. Pengawal di sekitar penjara amat banyak dan sangat teliti. Suatu hal yang hampir mustahil jika berusaha untuk melarikan diri.

Lampu ajaib. Ya Lampu ajaib. Tiba-tiba Aladin teringat oleh lampu ajaibnya. Segera saja Aladin menggosok lampu tersebut. Dan seperti yang telah diduga sebelumnya, keluarlah jin penunggu lampu tersebut. Ia pun berkata, "Terima kasih tuanku. Karena tuanku telah membebaskan aku, maka tuanku boleh mengajukan tiga permintaan. Nanti akan aku kabulkan. Ingat tuanku cuma tiga tidak lebih."

"Baiklah Om Jin, keluarkan aku dari penjara ini." pinta Aladin kepada Om Jin.

"Cuma itu?" jawab Om Jin.

"Ya itu dulu"

Booom!!!

Aladin pun menghilang dari penjara.
======
"Tolong-tolong, aku ngga bisa berenang". teriak Aladin. Waduh...ternyata si Om Jin mengirim Aladin ke tengah laut. Dia ngga tahu bahwa Aladin tidak bisa berenang.

"Kembalikan aku ketempat semula! Cepat!!! Aku ngga bisa berenang.", teriak Aladin kepada Om Jin.

"Baiklah, itu permintaanmu yang kedua." jawab Om Jin.

Boom .....

Aladin pun kembali ke dalam penjara.[]

======

Apa yang dapat diambil dari cerita di atas? Aladin tidak spesifik dalam mengajukan permintaan. Andaikata Aladin bilang "Om Jin, antar aku pulang ke rumah ya...", Aladin tidak akan "dibuang" ke tengah laut. Dia pasti akan diantar pulang ke rumah dengan selamat.

Terkadang kitapun demikian. Tidak spesifik dalam menentukan tujuan hidup. Jika ditanya cita-cita, pasti jawabnya standard : Ingin jadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Waduh...ngga spesifik tuh. Nanti "dibuang" seperti Aladin ke tengah laut. Ngga mau kan?

Trus kenapa harus spesifik? Paling tidak ada dua alasan: agar mudah dicapai dan mudah dievaluasi.

Contoh, kita ingin menjadi penulis, maka kita bisa menentukan langkah-langkah untuk mencapai hal tersebut. Ikutan workshop, buat blog, dan gabung lembaga kepenulisan tertentu dapat dijadikan langkah awal mencapai impian itu. Tentu saja hal ini lebih realistis dibanding dengan "Menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama."

Alasan kedua: agar mudah dievaluasi. Jika kita telah menentukan tujuan secara specifik, tentu saja di tahun yang akan datang akan lebih mudah diukur. Sejauhmana usaha kita setahun kebelakang dalam mencapainya. Apakah masih realistis untuk dikejar atau beralih ke impian yang lebih realisitis. Sekali lagi hal ini lebih realistis untuk dialkukan dibanding "MENJADI ORANG YANG BERGUNA BAGI NUSA BANGSA, DAN AGAMA."

Terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya nasihat ini untuk saya pribadi. Jikalau rekan-rekan ingin bersama-sama menjalankannya, ya silahkan saja. Semoga bermanfaat.

Bookmark this post to del.icio.us Digg this post! Bookmark this post to Yahoo! My Web Bookmark this post to Furl
  1. Anonymous ario dipoyono | 6:15 AM |  

    Pertamaaaaaaaaaaaaa

    Salam kenal aja

  2. Anonymous kiki | 11:53 AM |  

    Ass.
    kak acha... aku link ya....
    bagus-bagus ceritanya.. simple tapi insightfull

Leave your response