Tuesday, July 04, 2006
Al kisah, ada seorang tua yang kelihatannya akan segera berpulang ke Sang Pemilik. Selama hidupnya orang tua ini jarang sekali beribadah, bahkan lebih sering terlihat berbuat hal yang tidak semestinya.Waktu berjalan, rasa-rasanya waktu yang tersisa dari orang tua ini tidak akan lama lagi. Ketika itu ia berkata kepada keempat orang anaknya, "Wahai anakku, ayah merasa umur ayah tidak akan lama lagi. Untuk itu, jika nanti ayah mati, tolong bakar jenazah ayah, lalu setelah itu bagi abunya menjadi empat bagian. Kemudian letakkan masing-masing bagian ke empat penjuru yang berbeda. Ke utara, ke selatan, ke barat, dan ke timur. Dan pastikan kalian meletakkannya berjauhan satu sama lain."
Orang tua tadi akhirnya meninggal. Dan untuk menghormati ayahnya, keempat anak tadi segera melaksanakan wasiat sang ayah tanpa banyak bertanya. Jenazah segera dibakar dan dibawa ke empat penjuru berbeda yang berjauhan satu sama lain.
=======
Hari berbangkit telah tiba, semua manusia dibangkitkan menjadi manusia seutuhnya, termasuk orang tua yang diceritakan di atas. Saat itu malaikat bertanya "Wahai manusia, apakah gerangan yang membuatmu berwasiat untuk membakar jenazahmu dan meletakkannya keempat penjuru yang berbeda? Tidakkah engkau tahu, sungguh amat mudah bagi Allah subhanahu wa ta'ala membangkitkanmu menjadi manusia seutuhnya?"
Orang tua itu menjawab, "Wahai malaikat yang mulia, sungguh aku sadar, diriku ini ahli maksiat. Dan aku juga sepenuhnya sadar akan ketidakpantasanku untuk berharap surga. Aku juga telah mencoba menghitung amala-amalku, dan aku berkesimpulan sulit rasanya untuk menghindari neraka"
(diam sejenak sambil berlinang air mata....)
"Lalu aku memutuskan untuk membakar jenazahku dan membaginya menjadi empat bagian. Dengan begitu aku berharap dapat terhindar dari adzab. Hanya itu, berharap agar terhindar dari adzab"
=======
Hal yang ingin saya garisbawahi tentang cerita di atas adalah tentang rasa takut orang tua tersebut kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Berbeda dengan kita (baca:saya), terkadang kita tidak sepenuhnya percaya akan adanya balasan dari setiap perbuatan. Tak jarang kita melakukan maksiat padahal kita dalam kondisi sadar. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Pengampun berkenan memberikan ampunan-Nya kepada kita semua. Amien....
















kebaikan atau keburukan sebesar apapun, bahkan sebesar biji zarah sekalipun akan dapat balasannya kelak. sebelum di akhirat, kadang di dunia. tanpa kita sadari ternyata itu semua adzab Allah atas perbuatan buruk yag kita lakukan. well, semoga kita terhindar dari maksiat. amin
Leave your response