Sunday, June 18, 2006
Syahdan, di suatu kota terjadi bencana kekeringan yang sangat parah.Karena kejadian tersebut, maka berkumpullah selurruh orang cerdik cendikia dan --tentu saja-- orang sholeh dari seluruh penjuru kota. Mereka membicarakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi bencana ini.
Akhirnya disepakatilah suatu keputusan bersama, yaitu akan diadakan sholat istisqo (sholat untuk meminta air hujan). Pelaksanaan sholat itu pun berjalan lancar. Tak lupa sang khatib turut mengingatkan para jama'ah untuk memohon ampunan-Nya; karena boleh jadi semua bencana ini sedikit banyak adalah buah dari benih-benih dosa yang telah ditanam di waktu yang lampau.
Beberapa hari setelah itu, hujan tiada turun jua membasahi bumi. Para pembesar pun mulai cemas. Rasanya semua upaya telah dikerahkan untuk mengatasi bencana ini.
Tiba-tiba di suatu hari, ada seorang budak hitam yang memasuki masjid. Setelah sholat dua rakaat, kemudian sang budak berdoa :"Ya Allah, turunkanlah hujan. sesungguhnya engkau Maha Pengasih". Sebait doa yang sangat sederhana, pikir seorang ulama yang kebetulan ada di masjid.
Tak lama setelah budak itu pergi, turunlah hujan yang sangat lebat, sehingga semua kenutuhan iar terpenuhi untuk seluruh kota. "Ini pasti berkat do'a sang budak", ucap sang ulama dengan penuh keyakinan.
Maka diundanglah budak tersebut ke masjid oleh sang ulama untuk sekedar menjalin silaturahim.
Sang budak pun datang memenuhi undangan ulama. Seeprti biasa dia sholat dua raka'at, setelah itu ia kembali melantunkan do'anya : "Ya Allah...Rahasia kita telah terbongkar, maka matikan hamba sekarang juga." Seketika itu pun sang budak menemui Rabb-nya.
Akhirnya disepakatilah suatu keputusan bersama, yaitu akan diadakan sholat istisqo (sholat untuk meminta air hujan). Pelaksanaan sholat itu pun berjalan lancar. Tak lupa sang khatib turut mengingatkan para jama'ah untuk memohon ampunan-Nya; karena boleh jadi semua bencana ini sedikit banyak adalah buah dari benih-benih dosa yang telah ditanam di waktu yang lampau.
Beberapa hari setelah itu, hujan tiada turun jua membasahi bumi. Para pembesar pun mulai cemas. Rasanya semua upaya telah dikerahkan untuk mengatasi bencana ini.
Tiba-tiba di suatu hari, ada seorang budak hitam yang memasuki masjid. Setelah sholat dua rakaat, kemudian sang budak berdoa :"Ya Allah, turunkanlah hujan. sesungguhnya engkau Maha Pengasih". Sebait doa yang sangat sederhana, pikir seorang ulama yang kebetulan ada di masjid.
Tak lama setelah budak itu pergi, turunlah hujan yang sangat lebat, sehingga semua kenutuhan iar terpenuhi untuk seluruh kota. "Ini pasti berkat do'a sang budak", ucap sang ulama dengan penuh keyakinan.
Maka diundanglah budak tersebut ke masjid oleh sang ulama untuk sekedar menjalin silaturahim.
Sang budak pun datang memenuhi undangan ulama. Seeprti biasa dia sholat dua raka'at, setelah itu ia kembali melantunkan do'anya : "Ya Allah...Rahasia kita telah terbongkar, maka matikan hamba sekarang juga." Seketika itu pun sang budak menemui Rabb-nya.
=====
Sang budak telah mengajarkan kita bagaimana menjadi "orang biasa yang luar biasa". Jika kita tak mampu menjadi pohon yang rindang, cukuplah jadi rerumputan yang tumbuh cantik menghiasi setiap taman.. Jika kita tidak mampu menjadi mawar yang indah, cukuplah menjadi bunga di tepi jalan yang setia menemani pengembara. Cukup lakukan yang terbaik sebisa kita. Jadilah orang BIASA yang LUAR BIASA, sahabatku....
*terilhami dari artikel yang pernah dimuat di majalah tarbawi (klo ngga salah)
*terilhami dari artikel yang pernah dimuat di majalah tarbawi (klo ngga salah)















Leave your response