Friday, April 21, 2006
Syahdan, di suatu kota di negeri Arab sana, tinggallah seorang tua yang mempunyai seekor unta yang sudah tua juga. Hari demi hari berjalan dengan cepatnya, entah mengapa orang tua tadi semakin tidak menyukai untanya. Selain sudah tidak bisa lagi untuk dibawa bepergian jauh, biaya perawatan unta tersebut tidaklah murah.Sang orang tua merasa bimbang. Di satu sisi ia tak cukup biaya untuk menghidupi unta kepunyaannya. Di sisi lain ia tak tega untuk membunuh untanya. Lalu diaturlah rencana untuk membuat unta tua mati secara "wajar". Orang tua tadi menyuruh unta tuanya untuk minum di suatu sumur. Ketika unta tua itu lengah, maka didoronglah tubuh unta tadi sehingga masuk sumur yang cukup dalam. Untuk memepercepat kematian unta, sang pemilik berniat untuk mengubuh hidup-hidup hewan semata wayang kepunyaannya. Dengan segera tanah di sekitar sumur dijatuhkan ke dalam sumur.
Tak disangka tak diduga, ternyata tanah yang semula untuk mengubur unta tua sekarang menjadi "berkah" bagi sang unta. Setiap tanah yang mengenai tubuhnya dijadikan tempat pijakan barunya. Akhirnya unta tua dapat keluar dari sumur tua, berkat "bantuan" dari orang tua.Untapun berterima kasih kepada pemiliknya karena telah membantunya keluar dari sumur.
---------------------------
Cerita unta di atas telah mengajarkan kita semua tentang cara penyikapan kita terhadap suatu hal. Sang unta tua telah berhasil membalikkan keadaan. Dia mengubah masalah menjadi solusi, Mengubah problem menjadi peluang. "Dia kan unta, lain dong sama manusia!!!" Loh bukannya terbaik unta tua saja bisa begitu bijaksana menjalani hidupnya. Masa kita yang manusia tidak bijaksana.
Allah swt berfirman dalam surat Al-Hadid 22-23, tentang "skenario" Allah terhadap diri kita:
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,"
















hmm..keren banget ceritanya.iya sih,kadang emosi karena berusaha 'disingkirkan' buat kita ga bisa berpikir jernih. dan sepertinya aku harus mengamalkan cerita ini deh karena sekarang ini aku seperti di posisi yang sama
Leave your response